Catatan Sang Petualang

Pencegahan Gejala Dehidrasi pada Penderita Demam Berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan ...
Sumber Gambar : Hellosehat.com

Berdasarkan Antara maka dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak bahwa terdapat sebanyak 110.921 kasus demam berdarah (DBD) yang biasanya terjadi sepanjang 2019. Angka itu diperkirakan meningkat lumayan melonjak drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 65.602 kasus.

Gejala atau ciri demam berdarah akan dapat diketahui semakin jelas saat mengindikasikan demam berdarah yang diderita tergolong parah atau serius. Penyakit demam berdarah ini jika tidak segera ditangani maka mampu mengakibatkan dampak yang sangat membahayakan hingga mampu mengancam jiwa. Contohnya yaitu apabila tidak ditangani maka penyakit ini akan mengakibatkan dehidrasi serta kondisi berbahaya lainnya.

Penyakit demam berdarah ialah penyakit yang biasanya ditularkan karena pengaruh nyamuk betina, yang biasa disebut sebagai nyamuk Aedes aegypti, nyamuk ini sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue, serta menggigit manusia. Di musim hujan yang tentunya pasti terjadi di Indonesia, populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab dari penyakit ini tentunya juga meningkat. Pada kondisi di musim hujan terutama di daerah dengan musim tropis merupakan sebagai habitat yang tepat bagi nyamuk tersebut untuk bereproduksi. Berdasarkan hasil studi, maka ditemukan bahwa penyebaran dengue yang terjadi yaitu dari nyamuk ke manusia umumnya terjadi pada musim hujan.

Penderita yang terserang demam berdarah biasanya akan memiliki demam tinggi secara mendadak disertai dengan adanya dua gejala, seperti sakit kepala, nyeri otot serta nyeri sendi, nyeri di belakang bola mata, memunculkan gejala mual, muntah, ataupun sakit perut, hilang nafsu makan, hingga ruam kemerahan di kulit juga adanya gejala cacar air. Ciri demam berdarah ini umumnya muncul 4 hingga 10 hari setelah gigitan nyamuk.

Ciri demam berdarah lain ialah seringnya terdapat kebocoran cairan darah, menimbulkan hematuria, serta yang terparah yaitu perdarahan gastrointestinal. Kondisi ini pun mampu terjadi setelah  adanya demam yang muncul selama waktu 24  jam sebelumnya. Gejala demam berdarah ini bahkan bisa disertai menurunnya tingkat kesadaran, beserta munculnya efek kejang demam pada anak.

Tingkat keparahan ciri demam berdarah mampu dibedakan pada setiap orang. Akan tetapi, jika tidak segera ditangani dengan tepat oleh pribadi maupun tenaga medis, gejala ini mampu berubah menjadi gejala yang lebih serius seperti sindrom syok dengue, akibat fatal seperti kegagalan kerja organ tubuh, serta mampu berujung pada kematian.

Yang patut diketahui adalah yang merupakan kondisi utama sehingga mampu diwaspadai terkait DBD ialah timbulnya dehidrasi yang terjadi akibat muntah, ataupun demam tinggi, serta kehilangan nafsu makan, serta adanya kebocoran cairan darah. Pada kasus-kasus tertentu yang terparah, penelitian akan  menemukan jika berkurangnya volume cairan darah pada pengidap demam berdarah mencapaihingga lebih dari 20%.

Beberapa cara yang merupakan cara yang efektif maupun cepat dalam mengembalikan adanya kehilangan cairan darah akibat kebocoran serta bertujuan dalam rangka mencegah terjadinya dehidrasi maka melalui pemberian cairan dengan kandungan ion seperti pemberian pada pasien yang memiliki keluhan diare. Cairan ini juga disarankan dibadingkanair mineral, karena air biasa ternyata tidak mampu mengembalikan ion yang hilang dari tubuh. Pemberian cairan dengan kandungan ion juga akan membantu mencegah penggumpalan darah yang terdapat di pembuluh darah.

Jumlah cairan dengan kandungan ion yang diberikan kurang lebih setara dengan kebutuhan cairan harian ditambah pula tak ketinggalan dengan jumlah cairan yang hilang dari tubuh. Pastikan agar tidak lupa  berkonsultasi dengan dokter tentang jumlah cairan dengan kandungan ion yang harus dikonsumsi sesuai kebutuhan serta dengan kondisi tubuh.

Cairan infus yang melalui transfusi darah terkadang juga perlu diberikan pada pasien, terutama pada pengidap atau pasien tidak mampu mengonsumsi cairan dari mulut dan menunjukkan ciri dehidrasi parah contohnya tekanan darah rendah lalu adanya kulit dingin ataupun berbintik-bintik, seperti takikardia timbulnya detak jantung yang tidak normal lalu naiknya sel darah merah, serta volume urine yang berkurang.

Selain pencegahan pada gejala dehidrasi maka perlu dilakukan juga pemberian obat anti demam, lalu pengawasan pada jumlah trombosit maupun hematokrit, serta perlunya waspada untuk mengetahui tanda-tanda perdarahan menjadi kunci penting pengobatan demam berdarah. Perawatan yang tepat melalui pemenuhan kebutuhan cairan tubuh yang cukup serta keseimbangan ion tubuh, pasien DBD dapat segera kembali pulih dan kembali beraktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Handandir.com All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.